Senin, 05 Januari 2015

kebanggaanku kuliah di Universitas Mataram


Unram adalah universitas negeri ternama di wilayah provinsi NTB (nusa tenggara barat). Seperti namanya UNRAM (universitas Mataram), universitas ini terletak di pulau Lombok tepatnya di kota Mataram. Saya merasa sangat beruntung bisa lulus ujian masuk ke universitas ini karena berapa ribu orang tidak lulus dalam ujian kelulusan masuk universitas ini. Untuk bisa lulus di universitas ini saya harus melewati berbagai tes. Ada 3 jalur untuk tes masuk universitas ini yaitu jalur snmptn, sbmptn, dan jalur mandiri unram. Jalur snmptn adalah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri, jalur ini tidak melalui tes tapi kita bisa lulus jika kita cermat dalam memilih jurusan. Kemudian jalur sbmptn adalah seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri, jalur ini mengharuskan untuk mengikuti tes dengan menjawab banyak soal sulit. Jalur mandiri adalah jalur yang diadakan sendiri oleh tiap universitas dimana harus mengikuti tes dan jalur ini tidak menyeluruh seperti jalur snmptn dan sbmptn.
Untuk masuk ke universitas mataram ini saya harus merasakan gagal beberapa kali. Awalnya saya ikut jalur snmptn tapi saya tidak lulus. Saya tidak menyerah dan kemudian mengikuti jalur sbmptn, tapi saya masih tidak lulus karena kewalahan menjawab soal. Jadi , tes masuk ke unram hanya tinggal satu jalur saya. Hal ini membuat say cemas sehingga saya harus mengambil langkah aman dengan mengikuti tes juga di universitas lain di mataram yaitu IAIN mataram. Di IAIN Mataram saya pun lulus melalui jalur UM-PTAIN dengan jururasn pendidikan matematika. Lain cerita satu tema beda naskah saya mulai mendaftar di jalur mandiri unram. Untuk bisa mendaftarkan diri kita harus mengambil password untuk ikut tes di Auditorium unram dengan membayar uang sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Yang paling paling sulit dihadapi di jalur ini adalah antrian panjang untuk mengambil pin/password untuk pendaftaran online. Oh sungguh antrian panjang yang membuat nafasku sesak sehingga harus ikut saling berdorongan bersama teman-teman yang belum ku kenal sama sekali. Pada akhirnya saya berhasil mendaftar dan lulus jalur mandiri unram dengan jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Akhir cerita saya diharuskan memilih salah satu dari perguruan tinggi yang berhasil saya masuki. Dan akhirnya saya memilih di unram karna saya merasa kurang berbakat dalam pelajaran matematika dan memilih bahasa Indonesia karna saya suka seni.

Sabtu, 03 Januari 2015

Harapanku Kedepannya




                Setelah lulus dari perguruan tinggi pasti semua orang memiliki harapan kedepannya seperti apa. Samahalnya dengan saya, saya juga memiliki harapan-harapan yang ingin saya wujudkan kedepannya. Setelah menyelesaikan perkuliahan saya ingin cepat-cepat mendapatkan pekerjaan agar hasil pendapatan bisa ditabung sedikit demi sedikit. Saya juga ingin membantu orang tua saya jika mereka sudah pension, ingin bantu membiayai adik saya untuk sekolah. Jika punya kesempatan saya ingin melanjutkan ke tingkat S2 . walaupun saya sudah menjadi pegawai yang berprofesi sebagai guru tapi saya juga akan sambil bertani untuk menambah pendapatan. Jika saya sudah menjadi orang yang sukses, hal pertama yang ingin saya wujudkan adalah menaikan haji orang tua kalau bisa saya juga ingin naik haji bersama mereka. Setelah membahagiakan orang tua saya, baru saya bisa memikirkan tentang pernikahan, sebelum itu saya akan membangun rumah dulu agar bisa melamar seorang gadis, yang pasti seorang gadis yang sangat saya cintai, setelah menikah saya ingin punya 2 anak. Setelah berkeluarga saya ingin menjadi seorang tokoh yang baik dalam masyarakat. Saya perpendapat tak perlu berpolitik untuk dipandang oleh masyarakat tapi bergaul dengan masyarakat dengan mengajak dalam hal kebaikan. Dalam hidup bermasyarakat saya ingin mengubah kehidupan membosankan yang ada di kampung saya dengan suatu kegiatan-kegiatan menarik seperti  kegiatan religious, kegiatan social, dan kegiatan yang bermanfaat lainnya. Saya ingin mengembangkan kemampuan anak-anak di kampung saya kea rah yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Jadi inti dari semua harapan saya adalah saya ingin meraih kebahagian di dunia dan di akhirat.

Dosen favoritku di kampus





                Saya adalah seorang mahasiswa di unram, saya kuliah di fakultas keguruan dan ilmu pendidika dengan jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Seperti halnya kalian saya juga punya dosen favorit dikampus selama semester satu ini. Dosen farorit saya di kampus adalah dosen mata kuliah pengantar filsafat yaitu pak Rusdiawan. Yang saya suka dari dosen ini adalah gaya belajar yang santai tapi disiplin. Pada awal mengikuti mata kuliah filsafat oleh dosen ini ada salah satu teman yang terlambat masuk ruangan kemudian dia diberi peringatan pertama oleh dosen tersebut. Saat dosen ini menjelaskan ada teman yang menoleh kea rah lain dan kemudian dia dinasehati dan diberi peringatan pertama. Karna hal tersebut teman-teman menganggapnya dosen yang menakutkan. Tapi saya beranggapan bahwa jika tidak berbuat salah maka tidak akan salah. Saat dosen ini menjelaskan di depan tak ada mahasiswa yang boleh noleh ataupun melakukan hal lain selain memperhatikan dengan baik saat ia mengajar. Setelah dia menjelaskan kemudian dia member waktu untuk menulis apa yang kami dengar dan mengerti saat dia menerangkan. Meskipun mahasiswa yang lian merasa dosen ini killer tapi bagi saya dia menyenangkan.

                 Dosen favorit saya yang kedua adalah dosen mata kuliah menyimak yang bernama pak Cedin. saya menyukainya karna menyimak itu santai dan tugas-tugasnya tak sesulit mata kuliah lain. Dosen ini selalu memberikan kami kemudahan dalam mengerjakan tugas. Tak hanya saya teman-teman saya yang alin pun banyak yang menyukai dosen ini karena dia santai. Demikianlah cerita singkat saya tentang dosen favorit say adi kampus.