Unram adalah universitas negeri ternama
di wilayah provinsi NTB (nusa tenggara barat). Seperti namanya UNRAM
(universitas Mataram), universitas ini terletak di pulau Lombok tepatnya di
kota Mataram. Saya merasa sangat beruntung bisa lulus ujian masuk ke
universitas ini karena berapa ribu orang tidak lulus dalam ujian kelulusan
masuk universitas ini. Untuk bisa lulus di universitas ini saya harus melewati
berbagai tes. Ada 3 jalur untuk tes masuk universitas ini yaitu jalur snmptn,
sbmptn, dan jalur mandiri unram. Jalur snmptn adalah seleksi nasional masuk
perguruan tinggi negeri, jalur ini tidak melalui tes tapi kita bisa lulus jika
kita cermat dalam memilih jurusan. Kemudian jalur sbmptn adalah seleksi bersama
masuk perguruan tinggi negeri, jalur ini mengharuskan untuk mengikuti tes
dengan menjawab banyak soal sulit. Jalur mandiri adalah jalur yang diadakan
sendiri oleh tiap universitas dimana harus mengikuti tes dan jalur ini tidak
menyeluruh seperti jalur snmptn dan sbmptn.
Untuk masuk ke universitas
mataram ini saya harus merasakan gagal beberapa kali. Awalnya saya ikut jalur
snmptn tapi saya tidak lulus. Saya tidak menyerah dan kemudian mengikuti jalur
sbmptn, tapi saya masih tidak lulus karena kewalahan menjawab soal. Jadi , tes
masuk ke unram hanya tinggal satu jalur saya. Hal ini membuat say cemas
sehingga saya harus mengambil langkah aman dengan mengikuti tes juga di
universitas lain di mataram yaitu IAIN mataram. Di IAIN Mataram saya pun lulus
melalui jalur UM-PTAIN dengan jururasn pendidikan matematika. Lain cerita satu
tema beda naskah saya mulai mendaftar di jalur mandiri unram. Untuk bisa
mendaftarkan diri kita harus mengambil password untuk ikut tes di Auditorium
unram dengan membayar uang sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Yang
paling paling sulit dihadapi di jalur ini adalah antrian panjang untuk
mengambil pin/password untuk pendaftaran online. Oh sungguh antrian panjang
yang membuat nafasku sesak sehingga harus ikut saling berdorongan bersama teman-teman
yang belum ku kenal sama sekali. Pada akhirnya saya berhasil mendaftar dan
lulus jalur mandiri unram dengan jurusan pendidikan bahasa dan sastra
Indonesia.
Akhir cerita saya diharuskan
memilih salah satu dari perguruan tinggi yang berhasil saya masuki. Dan
akhirnya saya memilih di unram karna saya merasa kurang berbakat dalam
pelajaran matematika dan memilih bahasa Indonesia karna saya suka seni.