I
AFIKSASI
A. Afiksasi Dalam
Bahasa Indonesia
Adapun macam-macam afiksasi dalam bahasa Indonesia antara lain
1 Prefiks
a. Prefiks me(N)-
Pemakaian
imbuhan ini bervariasi: mem- ; men- ; meny- ; meng- ; menge-
Contoh: melapor,
menyanyi, menghibur, mengecat, mencari, menangis, menyapu, dll.
Perubahan
bentuk me(N)- dipengaruhi oleh fonem awal dari setiap kata dasar yang
diikutinya.
|
VARIASI
me(N)-
|
FONEM AWAL
|
CONTOH
|
|
mem-
|
/b/
/f/
/p/
/v/
|
Membaca
memfitnah
memukul
memvonis
|
|
men-
|
/c/
/d/
/j/
/t/
|
Mencoret
mendorong
menjual
menulis
|
|
meny-
|
/s/
|
Menyapu
|
|
meng-
|
/a/
/e/
/i/
/o/
/u/
/g/
/h/
/k/
|
mengambil
mengembun
mengisap
mengoles
mengubah
menggunting
menghafal
mengubur
|
|
menge-
|
kata dasar yang dibetuk oleh satu
suku kata
|
Mengecat
Mengebom
|
|
me-
|
/l/
/m/
/n/
/r/
/w/
|
Melambai
memuai
menilai
merusak
mewarnai
|
Contoh:
a.
me + kejar -> mengejar
b.
me + sapu -> menyapu
c.
me + tulis -> menulis
d.
me + pukul -> memukul
Contoh
1.
mengambil
2.
mengejar
3.
menulis
4.
menyapu
5.
menggunting
6.
mencangkul
7.
mengeras
8.
mencair
9.
membesar
10. mengalah
11. membisu
12. mematung
13. melaut
14. menepi
15. mendarat
b. Prefiks ber-
Pemakaian awalan ber- memiliki kaidah sebagai berikut:
Contoh:
-
ber + rambut -> berambut
-
ber + kerja -> bekerja
Contoh:
§ ber + balik
-> berbalik
§ ber + tebar
-> bertebar
Contoh
1.
berambut
2.
berbulu
3.
berkuda
4.
berkacamata
5.
bermotor
6.
beranak
7.
bertelur
8.
berkata
9.
berkeringat
10. bernapas
11. berbahagia
12. bersedih
13. berhati-hati
14. bersuka cita
15. berdua
16. bertiga
17. berempat
18. berkumis
c. Prefiks di-
Bermakna suatu perbuatan yang pasif. Sebagai kebalikan
dari awalan me(N)- yang bermakna aktif.
Contoh
1.
dibaca
2.
ditulis
3.
disapu
4.
dikawal
5.
diculik
6.
dimakan
7.
diminum
8.
ditusuk
9.
dipilih
10.
ditaman
11.
dipukul
12.
dicetak
13.
dimasak
14.
dibeli
15.
dijual
d. Prefiks ter-
Hampir sama
dengan awalan di- yang berfungsi membentuk kata kerja pasif.
Contoh:
terbakar, tertendang, terbalik, dll. Di samping itu, imbuhan ter- ada yang
termasuk golongan kata sifat.
Contoh:
tertinggi, terendah, terpandai, tercantik, dll.
Contoh:
·
ter + rajin -> terajin
·
ter + ramah -> teramah
·
ter + rakus -> terakus
Contoh
1.
terbuka
2.
tertutup
3.
terkunci
4.
terinjak,
5.
terbakar
6.
tertendang
7.
terkejut
8.
teringat
9.
terjatuh
10.
ternilai
11.
terbagus
12.
terbakar
13.
terajin
14.
terendah
15.
tercantik
e. Prefiks pe(N)-
Pemakaian awalan ini hampir sama variasinya yang
berlaku pada awalan me(N)- .
|
VARIASI
pe(N)-
|
FONEM AWAL
|
CONTOH
|
|
pem-
|
/b/
/f/
/p/
/v/
|
pembaca
pemfitnah
pemukul
pemvonis
|
|
pen-
|
/c/
/d/
/j/
/t/
/z/
|
pencoret
pendorong
penjual
penulis
penzikir
|
|
peny-
|
/s/
|
penyapu
|
|
peng-
|
/a/
/e/
/i/
/o/
/u/
/g/
/h/
/k/
|
pengambil
pengembun
pengisap
pengoles
pengubah
penggunting
pengharum
pengubur
|
|
penge-
|
kata dasar yang dibetuk oleh satu
suku kata
|
pengecat
pengebom
|
|
pe-
|
/l/
/m/
/n/
/r/
/w/
|
pelambai
pemuai
penilai
perusak
pewarna
|
Contoh
1.
pembunuh
2.
penyapu
3.
pengebom
4.
pedagang
5.
penjual
6.
peternak
7.
petani
8.
pemotong,
9.
penghapus
10. penggaris
11. pemalas
12. pemarah
13. pemaaf
14. pemberi
15. pengeras
16. pencari
17. pendingin
18. pemanas
f. Prefiks per-
Secara umum, awalan per- bermakna kausatif (membuat
jadi).
Contoh:
perbesar, perkecil, perluas, perlebar, dll.
g. Prefiks se-
Contoh
1.
seekor
2.
selembar
3.
sekabupaten
4.
sesama
5.
setingkat
6.
sedarah
7.
sesudah
8.
sepulang
h. Prefiks ke-
Contoh
1.
kesebelas
2.
kedua
3.
ketiga
4.
keempat
5.
kelima
2. Sufiks
a. Sufiks –kan
dan –i
Sama-sama berfungsi membentuk pokok kata. Contoh:
bacakan, belikan, ajari, hindari. Kata-kata tersebut dikatakan sebagai pokok
kata, bukan kata mandiri karena masih memerlukan imbuhan lain untuk
melengkapinya. Kata-kata berimbuhan –kan dan –i belum bisa digunakan sebagai
kata yang mandiri. Kata-kata seperti contoh di atas tidak boleh dipakai dalam
kalimat normal. Kita tak mungkin menggunakan kalimat:
-
Saya bacakan buku Bahasa Indonesia. (?)
-
Dia ajari saya membacakan puisi. (?)
Contoh:
-
Coba kamu bacakan
buku ini!
-
Tolong ajari
dia membaca puisi!
Contoh –kan:
1.
Bacakan
2.
bawakan
3.
patahkan
4.
manfaatkan
5.
buatkan
6.
masukkan
7.
buatkan
8.
ulurkan
9.
lebarkan
Contoh –i:
1.
pukuli
2.
bumbui
3.
datangi
4.
sukai
5.
cintai
6.
sakiti
7.
pukuli
8.
lukai
b. Sufiks –an
Contoh
1.
pangkalan
2.
kubangan
3.
ayunan
4.
perosotan
5.
timbangan
6.
didikan
7.
pimpinan
8.
hukuman
9.
balasan
10.
tulisan
11.
catatan
12.
suruhan
13.
daratan
14.
perairan
15.
harian
16.
mingguan
17.
bulanan
18.
tahunan
19.
asinan
20.
kuningan
21.
makanan
22.
minuman
3. Konfiks
a. Konfiks me(N)-kan
Memiliki beberapa variasi, yakni: me-kan, men-kan,
meng-kan, mem-kan, meny-kan, dan menge-kan. Variasi-variasi di atas ditentukan
dengan fonem kata awal yang mengikutinya.
Contoh
1.
melakukan
2.
menyebabkan
3.
membuatkan
4.
memecahkan
5.
menyemprotkan
6.
mengarahkan
7.
meminggirkan
8.
memasukkan
9.
memenjarakan
10. menyelesaikan
11. menghabiskan
b. Konfiks ber-an
Contoh
1.
bersamaan
2.
berdatangan
3.
berjatuhan
4.
bergulingan
5.
berlompatan
6.
berpelukan
7.
berpasangan
8.
bergandengan
9.
bersalaman
10. bersahutan
11. berbalasan
12. bersalaman
c. Konfiks pe-an
Contoh
1.
penanaman
2.
pendidikan
3.
pemberontakan
4.
pendaftaran
5.
pengakuan
6.
penyamaran
7.
pembukuan
8.
pembekuan
9.
penutupan
10. pengakuan
11. pembukaan
12. penciuman
13. penampungan
14. pemandian
d. Konfiks per-an
Contoh
1.
perabaan
2.
perhentian
3.
percetakan
4.
perkebunan
5.
pertanian
6.
perkotaan
7.
pernyataan
8.
pertahanan
9.
perbukuan
10. peristilahan
11. peralatan
12. perlengkapan
13. persyaratan
e. Konfiks ke-an
Imbuhan ini memiliki dua fungsi, yaitu: membentuk kata
benda (kebenaran, keikhlasan), dan membentuk kata kerja (kecurian, kehilangan).
Contoh
1.
keserakahan
2.
kebenaran
3.
kemarahan
4.
kekerasan
5.
kecamatan
6.
kelurahan
7.
kehujanan
8.
kecolongan
9.
kehilangan
10. kelupaan
11. ketiduran
12.
keguguran
13.
kekecilan
14.
kegemukan
15.
kemahalan
16.
keibuan
17.
kekuningan
18.
kecoklatan
4. Infiks
a. Sisipan -el-
1.
Gembung -> gelembung
2.
Getar -> geletar
3.
Gigi -> geligi
4.
Luhur -> leluhur
5.
Maju -> melaju
6.
Patuk -> pelatuk
7.
Sidik -> selidik
8.
Tapak -> telapak
9.
Tunjuk -> telunjuk
b. Sisipan
-er-
1.
Sabut -> serabut
2.
Suling -> seruling
3.
Gendang -> gerendang
4.
Gigi -> gerigi
5.
Kudung -> kerudung
6.
Runtuh -> reruntuh(an)
7.
Cerita -> ceritera
c. Sisipan
-em-
1.
Cerlang -> cemerlang
2.
Jari -> jemari
3.
Kuning -> kemuning
4.
Kilau -> kemilau
5.
Serbak -> semerbak
6.
Tali -> temali
7.
Turun -> temurun
8.
Gembung -> gelembung
9.
Gerlap -> gemerlap
10. Gertak ->
gemertak
11. Getar/gentar
-> gemetar/gementar
12. Gilang ->
gemilang
13. Guruh ->
gemuruh
d. Sisipan
-in-
1. Kerja ->
kinerja
2. Sambung
-> sinambung
3. Tambah ->
tinambah
e. Sisipan
-ah-
1. Bagian ->
bahagian
2. Basa ->
bahasa
3. Dulu ->
dahulu
4. Rayu ->
rahayu
5. Saja ->
sahaja
6. Saya ->
sahaya (dalam "hamba sahaya")
B. Afiksasi
Dalam Bahasa Bima
Adapun macam-macam afiksasi dalam
bahasa Bima antara lain
1. Prefiks
a. ma-
Contoh;
-
ma- + tulle →
matulle ‘yang mendorong’
-
ma- + ngaha
mangaha ‘ yang memakan’
b. di-
Contoh:
-
ḏi- + nono → dinono
‘untuk diminum’
-
di- + wi’i
diwi’i ‘ untuk disimpan’
-
di- + ntanda
dintanda ‘untuk ditonton’
c. ka-
Contoh:
-
ka- + lu’u
kalu’u ‘memasukkan’
-
ka- + na’e
kana’e ‘diperbesar’
-
ka- + to’i
kato’i ‘diperkecil’
2. sufiks
a. – pu
contoh:
-
maru + - pu
marupu ‘tidurlah’
-
ngaha+ - pu
ngaha pu ‘makanlah’
-
tunti + - pu
tuntipu ‘tulislah’
b. – ra (
untuk menyatakan perintah yang dilakukan dengan segera)
Contoh:
-
mai + - ra
maira ‘ ayolah’
-
made + - ra
made ra ‘matilah’
-
baca + ra
baca ra ‘bacalah’
c. – ja ( untuk
pengatakan permohonan)
Contoh:
-
aina + - ja
aina ja
‘(tolong) janganlah’
-
oto + - ja
oto ja
‘(tolong) antarlah’
-
mai + - ja
mai ja ‘
(tolong) datanglah’
II
DUPLIKASI
Ø Macam-macam duplikasi
1.
Kata ulang
utuh atau murni
Kata ulang
utuh atau murni merupakan kata ulang yang bagian perulangannya sama dengan kata
dasar yang diulangnya.
2. Kata ulang
berubah bunyi
Kata ulang
berubah bunyi merupakan kata ulang yang bagian perulangannya mengalami
perubahan bunyi, baik itu perubahan bunyi vokal maupun bunyi konsonan. Kata
ulang jenis ini terjadi apabila ada pengulangan pada seluruh bentuk dasar,
namun terjadi perubahan bunyi.
3. Kata ulang
sebagian
Kata ulang
sebagian merupakan pengulangan yang dilakukan atas suku kata pertama dari
sebuah kata. Dalam pengulangan jenis ini, vokal suku kata pertama diganti
dengan vokal e pepet.
4. Kata ulang
berimbuhan
Kata ulang
berimbuhan merupakan bentuk pengulangan yang disertai dengan pemberian imbuhan.
A. Duplikasi
dalam Bahasa Indonesia
Adapun
contoh duplikasi dalam bahasa Indonesia antara lain
1.
Kata ulang
utuh atau murni
Contoh:
a.
rumah-rumah
b.
pohon-pohon
c.
pencuri-pencuri
d.
anak-anak.
e.
Tuan-tuan
f.
Bunga-bunga
2. Kata ulang
berubah bunyi
Contoh:
a.
bolak-balik
b.
gerak-gerik
c.
kelap-kelip
d.
sayur-mayur
e.
lauk-pauk
f.
gerak-gerik
g.
kelap-kelip
h.
ramah-tamah
3. Kata ulang
sebagian
Contoh:
a.
lelaki
b.
leluhur
c.
pepohonan
d.
tetangga
e.
dedaunan
f.
pepohonan
4. Kata ulang
berimbuhan
Contoh:
a.
aturan-aturan
b.
berlari-lari
c.
bermeter-meter
d.
berpuluh-puluh
e.
sayur-sayuran
B. Duplikasi Dalam
Bahasa Bima
Adapun contoh duplikasi dalam bahasa
Bima antara lain
1.
Kata ulang
utuh atau murni
Contoh:
- Lampa-lampa
‘jalan-jalan’
- Nari-nari
‘pelan-pelan’
- Mpa’a-mpa’a
‘main-main’
4. Kata
ulang berimbuhan
Contoh:
-
Kallu’u-lu’u ‘memasuk-masukkan’
-
Kaihha-iha ‘merusak-rusakkan’