Selasa, 05 Juli 2016

TIPS AGAR TIDAK GROGI KETIKA TAMPIL DI DEPAN

A.  Langkah-langkah berbicara di muka umum
1.        Persiapan
Adapun persiapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.Persiapan yang ahrus dilakukan yaitu Siapkan materi dengan baik, ulangi materi dengan cermat, dan Praktek untuk menyempurnakan dengan maksud yaitu untuk melatih diri sebelum penampilan.

2.        Opening (pembukaan)
Berikut ini adalah beberapa cara menarik untuk membuka pidato.
a.       Membuka dengan penutupan.
Untuk membuat hal ini menarik, maka kita bisa menyatakan sebuah penyataan yang sungguh kuat yang mencakup pesan yang hendak disampaikan.
b.      Menggunakan analogi atau ilustrasi
Analogi dapat diperoleh dari berbagai media, cetak atau elektronik.Ilustrasi bisa dijadikan sebagai inspirasi.Informasi di sekitar kehidupan bisa berguna dalam mendukung dan menopang pesan pidato yang disampaikan.pada awal pidato jangan terlalu terlihat tegang, kaku, atau grogi.
c.       Menggabungkan dengan peristiwa yang sedang menjadi pusat perhatian.
d.      Menggunakan pernyataan retoris
Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak perlu dijawab.Namun, pertanyaan yang disampaikan haruslah sesuai dengan isi pidato yang disampaikan.Contohnya “Mungkin anda berpikir bahwa Negara kita ini sudah sejahterah dan makmur, dan Negara tetangga tidak sejahterah. Apakah itu benar ?”. pernyataan ini membuat pembicara tertarik untuk melanjutkannya karna telah membuat pendengar tertarik dan rasa penasaran akan hal tersebut.
e.       Menyatakan kutipan-kutipan menarik.
Pembicara dapat mengutip pepatah atau pribahasa dari seorang tokoh yang terkenal.
f.       Menceritakan pengalaman pribadi.
g.      Mengintip masa lalu.
     Mengingat masa lalu bukan berarti mengingat apa yang sudah terjadi begitu saja. Masa lalu adalah awal adanya masa kini dan masa yang akan datang. Dengan melihat kembali masa lalu, maka kemungkinan besar untuk terjadinya perubahan sangat mungkin terjadi.Ketika anda menyampaikannya dan pesan itu diterima oleh khalayak, maka majulah terus, mendorong terus sampai akhir menuju perubahan yang sudah ditanamkan.
h.      Berfikir futuris.
     Berfikir futuris merupan berfikir untuk masa yang akan datang. Dalam pidato bisa juga menyampaikan visi dan misi untuk masa yang akan datang harus terungkap, meskipun tidak sepenuhnya berhasil. Hal ini bermaksud supaya audiens mampu merasakan bagaimana masa depan yang akan diraih dalam pidato yang disampaikan.
i.        Perkenalkan diri kepada audiens.
Biasanya tidak sulit, hanya memperkenalkan diri, jabatan pekerjaan saat ini, riwayat hidup secara singkat, tugas yang berkaitan dengan pidato, dan data diri yang mendukung tentang pidato yang disampaikan.
j.        Mengungkapkan rasa syukur.
Biasanya pembukaan pidato yang seperti ini sudah dilakukan oleh siapa saja, entah dalam situasi resmi, maupun situasi santai.Bahkan pendengar sudah tahu dari kata pertama sampai kata terakhir.Syukur bahwa Tuhan berkenan memberi kesehatan kepada kita semua.Pembicara bisa tanpa teks dalam menyatakannya karena sudah menjadi lazim dan sering didengar.
k.      Menyatakan krangka berpikir yang menarik.
Dalam metode ini, hanya menyampaikan persoalan umum saja, tanpa membuat perincian atas isi pidato.Uraian secara khusus disampaikan pada saat menampaikan isi pidato. Jangan sekali-kali menyampaikan secara rinci, sebab pendengar akan mengalami kesulitan, apakah pembukaan pidato yang disampaikan merupakan isi dari pidatona atau tidak. Jadi, penyampaiannya harus singkat, padat dan jelas.
l.        Menyatakan contoh-contoh kongkrit.
m.    Membuka dengan humor yang cerdas dan menarik.

3.        Penyampaian
Dalam penyampaian isi pidato harus dilakukan dengan baik agar audiens merasa puas dengan apa yang pembicara sampaikan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan pada saat menyampaikan isi atau pesan pidato anda.
a.       Inti dan pesan pidato.
Dalam hal ini pembicara harus menyampaikan inti pokok permasalahan yang sudah dipersiapkan.Pesan itu harus dipaparkan jelas, singkat dan padat makna.Pesan pidato merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh pendengar.Oleh karena itu, isi pidato harus disertakan dengan ipendapat, alasan, bukti, humor dan lain sebgainya.Untuk mengaplikasi semuanya itu tentu harus memperhatikan beberapa lama waktu untuk menyampaikan pidato.Utamakan pendalam pembahasan isi pidato.
b.      Memperhatikan komunikator.
Komunikator adalah pembicara atau anda itu sendiri, yang menyampaikan isi dan pesan pidato. Untuk mendukung anda dalam menyampaikan pesan pidato, sebaiknya anda harus memperhatikan etiket, pakaian yang anda pakai, bagaimana cara anda  berjalan menuju mimbar dan lain sebagainya.
c.       Pergunakan berbagai sarana yang mungkin diperlukan.
Alat yang lazim digunakan dalam berpidato adalah pengeras suara atau mikrofon.Alat ini sangat sensitif.Jika berpidato diluar ruangan yang luas, maka peran mikrofon sangat menentukan.Jika dalam ruangan, maka tidak hanya alat pengeras suara, alat-alat lain bisa digunakan. Misalnya OHP. Oleh karena itu, pada saat anda berbicara menggunakan mikrofon, perhatikan jarak antara bibir dan pengeras suara.Sesuai suara anda, jangan sampai terlalu lembut. Suara yang keras akan memekik telinga, suara yang terlalu lembut, suara anda tidak didengar oleh audiens. Oleh karena itu, sebaiknya anda harus mengetahui bagaimana cara kerja alat pengeras suara itu.
d.      Perhatikan tanggapan audiens.
Tidak mungkin anda berpidato dengan baik tanpa ada orang yang mendengarkan anda.Komunikator itu ada karena ada komunikan.pembicara ada karena ada pendengar. Oleh karena itu, jangan memandang sebelah mata keberadaan pendengar.
e.       Body language (Bahasa tubuh)
Bahasa tubuh sangat mempengaruhi, dalam situasi apapun.Dalam situasi resmi, jika anda berbicara sebagai pembicara, maka bahasa tubuh sangat penting.Apabila anda menceritakan suatu cerita, secara nyata, hayati, dan hadirkan dalam diri anda, mengenai karakter yang anda ceritakan.Jika anda hendak menekankan sebuah point penting dalam pidato, pastikan dengan menambah gerakan yang sangat khas sehingga pendengar tahu bahwa pesan itu memang sangat penting.
f.       Mengendalikan suasana dan situasi.
g.      Pendekatan moral.
Pendekatan ini biasanya digunakan untuk orang-orang yang memang pernah belajr di bidang moral, misalnya lingkungan keagamaan dan kemanusiaan.Tentu anda harus tahu siapa pendengar anda, sebagaimana yang sudah dikatakan.
h.      Pendekatan intelektual.
Berbicara dengan para petni berbeda dengan berbicara dengan para intelektual.Dalam menghadapi audiens ini, maka anda harus dan sungguh mempersiapkan pidato dengan baik, rasional.Sebab yang anda hadapi adalah orang-orang yang berpengetahuan.Utarakan pendapat yang logis, contoh-contoh yang kongkrit, alasan yang kuat. Sebab jika demikian, maka anda akan menjadi boneka ketika bebicara di depan mereka semua. Sebap para intelektual merupakan kumpulan orang-orang yang memang sudah mendalami suatu ilmu tertentu. Anda harus mengetahui siapa dan apa pekerjaan mereka. Maka mengetahui siapa pendengar anda menjadi sangat penting.
i.        Pendekatan emosional.
     Pendekatan emosional merupakan satu cara untuk mempengaruhi pendengar. Metode ini cocok untuk pendengar tidak terpelajar.Pada umumnya pendekatan itu sangat ampuh mempengaruhi pendengar.Jika anda mengkampanyekan suatu partai, maka pendekatan ini sangat manjur, sebab anda mempengaruhi pendengar untuk mengikuti anda.Oleh karena itu, anda harus menyampaikan informasi, pendapat dan bebagai keinginan yang diharapkan oleh pendengar anda.

4.        Closing (Penutupan)
Setelah mempersiapkan pidato dan menyampaikannya, maka yang terakhir adalah bagaimana menutupnya.Penutupannya tentu sudah dipersiapkan pada saat menyusun pidato.Akhir pidato haruslah tepat waktu dan dengan kesan yang baik dan kuat. Para hadirin akan mengingat kata terakhir yang disampaikan. Gunakanlah kesempatan ini untuk mengulang point-point penting yang harus diingat oleh para hadirin.Katakana langkah yang harus diambil untuk mencapai suatu kesuksesan.Sebuah cerita, anekdot atau kembali ke awal pidato, ini semua merupakan penutupan yang bagus.Pastikan anda menghafalkan bagian pembuka dan penutup untuk memberikan kesan yang kuat dan memudahkan anda sebagai pembicara.

B.      Sikap Dalam Berpidato
1.      Sikap Berdiri
Sikap berdiri yang kurang baik adalah Berdiri dengan kaki sebelah, berdiri dengan kaki yang terlalu rapat, berdiri dengan kaki yang terlalu terbuka, berdiri loyo ataupun kaku, berdiri dengan kurang seimbang, bersandar pada mimbar, menggoyang-goyangkan badan yang tidak perlu, berdiri dengan tidak tenang, dan berdiri terlalu santai atau rileks.
2.       Mimik Wajah
Mimk wajah yang kurang baik adalah tertawa yang dibuat-buat, dahi yang selalu berkerut, tersenyum terus-menerus, tersenyum tetapi tidak ada yang lucu, muka selalu masam, dan sikap gugup.
3.        Gerakan Anggota Badan
Gerak yang kurang baik adalah selalu menggerakan bagian-bagian tertentu, gerakan yang canggung, kaku dan gerakan mekanis berdiri terpaku, menggaruk-garuk telinga, merogoh-rogoh saku, memainkan pensil atau pulpen, berbicara dengan melihat teks terus menerus, dan terlalu banyak melangkah atau berjalan.
4.       Penampilan Sebelum, Saat dan Sesudah Pidato
Sebelum pidato anda dapat memperhatikan pakaian, sikap simpatik, sikap tenang, sikap hormat.Saat pidato anda harus percaya pada diri sendiri, sikap tenang, menghirup nafas panjang sebelum mulai berpidato tetapi tidak boleh terlihat oleh audiens, dan tatapan audiens pada bagian atas matanya.Sesudah berpidato anda harus mengucapkan salam akhir, turun dari mimbar dengan sikap tenang dan tertib, wajah cerah dengan sedikit tersenyum, dan memberi hormat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar