A. Langkah-langkah berbicara di muka umum
1. Persiapan
Adapun persiapan yang
harus dilakukan adalah sebagai berikut.Persiapan yang ahrus dilakukan yaitu
Siapkan materi dengan baik, ulangi materi dengan cermat, dan Praktek untuk menyempurnakan dengan maksud yaitu untuk melatih diri sebelum
penampilan.
2. Opening (pembukaan)
Berikut ini adalah beberapa cara menarik untuk
membuka pidato.
a. Membuka dengan penutupan.
Untuk membuat hal ini menarik, maka kita bisa
menyatakan sebuah penyataan yang sungguh kuat yang mencakup pesan yang hendak
disampaikan.
b. Menggunakan analogi atau ilustrasi
Analogi dapat diperoleh dari berbagai media,
cetak atau elektronik.Ilustrasi bisa dijadikan sebagai inspirasi.Informasi di
sekitar kehidupan bisa berguna dalam mendukung dan menopang pesan pidato yang
disampaikan.pada awal pidato jangan terlalu terlihat tegang, kaku, atau grogi.
c. Menggabungkan dengan peristiwa yang sedang
menjadi pusat perhatian.
d. Menggunakan pernyataan retoris
Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak
perlu dijawab.Namun, pertanyaan yang disampaikan haruslah sesuai dengan isi
pidato yang disampaikan.Contohnya “Mungkin anda berpikir bahwa Negara kita ini
sudah sejahterah dan makmur, dan Negara tetangga tidak sejahterah. Apakah itu
benar ?”. pernyataan ini membuat pembicara tertarik untuk melanjutkannya karna
telah membuat pendengar tertarik dan rasa penasaran akan hal tersebut.
e. Menyatakan kutipan-kutipan menarik.
Pembicara dapat mengutip pepatah atau pribahasa
dari seorang tokoh yang terkenal.
f. Menceritakan pengalaman pribadi.
g. Mengintip masa lalu.
Mengingat masa
lalu bukan berarti mengingat apa yang sudah terjadi begitu saja. Masa lalu
adalah awal adanya masa kini dan masa yang akan datang. Dengan melihat kembali
masa lalu, maka kemungkinan besar untuk terjadinya perubahan sangat mungkin
terjadi.Ketika anda menyampaikannya dan pesan itu diterima oleh khalayak, maka
majulah terus, mendorong terus sampai akhir menuju perubahan yang sudah
ditanamkan.
h. Berfikir futuris.
Berfikir futuris
merupan berfikir untuk masa yang akan datang. Dalam pidato bisa juga
menyampaikan visi dan misi untuk masa yang akan datang harus terungkap,
meskipun tidak sepenuhnya berhasil. Hal ini bermaksud supaya audiens mampu
merasakan bagaimana masa depan yang akan diraih dalam pidato yang disampaikan.
i. Perkenalkan diri kepada audiens.
Biasanya tidak sulit, hanya memperkenalkan diri,
jabatan pekerjaan saat ini, riwayat hidup secara singkat, tugas yang berkaitan
dengan pidato, dan data diri yang mendukung tentang pidato yang disampaikan.
j. Mengungkapkan rasa syukur.
Biasanya pembukaan pidato yang seperti ini sudah
dilakukan oleh siapa saja, entah dalam situasi resmi, maupun situasi
santai.Bahkan pendengar sudah tahu dari kata pertama sampai kata
terakhir.Syukur bahwa Tuhan berkenan memberi kesehatan kepada kita
semua.Pembicara bisa tanpa teks dalam menyatakannya karena sudah menjadi lazim
dan sering didengar.
k. Menyatakan krangka berpikir yang menarik.
Dalam metode ini, hanya menyampaikan persoalan
umum saja, tanpa membuat perincian atas isi pidato.Uraian secara khusus
disampaikan pada saat menampaikan isi pidato. Jangan sekali-kali menyampaikan
secara rinci, sebab pendengar akan mengalami kesulitan, apakah pembukaan pidato
yang disampaikan merupakan isi dari pidatona atau tidak. Jadi, penyampaiannya harus
singkat, padat dan jelas.
l. Menyatakan contoh-contoh kongkrit.
m. Membuka dengan humor yang cerdas dan menarik.
3. Penyampaian
Dalam penyampaian isi pidato harus dilakukan
dengan baik agar audiens merasa puas dengan apa yang pembicara sampaikan. Oleh
karena itu, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan pada saat menyampaikan
isi atau pesan pidato anda.
a. Inti dan pesan pidato.
Dalam hal ini pembicara harus menyampaikan inti
pokok permasalahan yang sudah dipersiapkan.Pesan itu harus dipaparkan jelas,
singkat dan padat makna.Pesan pidato merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu
oleh pendengar.Oleh karena itu, isi pidato harus disertakan dengan ipendapat,
alasan, bukti, humor dan lain sebgainya.Untuk mengaplikasi semuanya itu tentu
harus memperhatikan beberapa lama waktu untuk menyampaikan pidato.Utamakan
pendalam pembahasan isi pidato.
b. Memperhatikan komunikator.
Komunikator adalah pembicara atau anda itu
sendiri, yang menyampaikan isi dan pesan pidato. Untuk mendukung anda dalam
menyampaikan pesan pidato, sebaiknya anda harus memperhatikan etiket, pakaian
yang anda pakai, bagaimana cara anda berjalan menuju mimbar dan lain
sebagainya.
c. Pergunakan berbagai sarana yang mungkin
diperlukan.
Alat yang lazim digunakan dalam berpidato adalah
pengeras suara atau mikrofon.Alat ini sangat sensitif.Jika berpidato diluar
ruangan yang luas, maka peran mikrofon sangat menentukan.Jika dalam ruangan,
maka tidak hanya alat pengeras suara, alat-alat lain bisa digunakan. Misalnya
OHP. Oleh karena itu, pada saat anda berbicara menggunakan mikrofon, perhatikan
jarak antara bibir dan pengeras suara.Sesuai suara anda, jangan sampai terlalu lembut.
Suara yang keras akan memekik telinga, suara yang terlalu lembut, suara anda
tidak didengar oleh audiens. Oleh karena itu, sebaiknya anda harus mengetahui
bagaimana cara kerja alat pengeras suara itu.
d. Perhatikan tanggapan audiens.
Tidak mungkin anda berpidato dengan baik tanpa
ada orang yang mendengarkan anda.Komunikator itu ada karena ada
komunikan.pembicara ada karena ada pendengar. Oleh karena itu, jangan memandang
sebelah mata keberadaan pendengar.
e. Body language (Bahasa tubuh)
Bahasa tubuh sangat mempengaruhi, dalam situasi
apapun.Dalam situasi resmi, jika anda berbicara sebagai pembicara, maka bahasa
tubuh sangat penting.Apabila anda menceritakan suatu cerita, secara nyata,
hayati, dan hadirkan dalam diri anda, mengenai karakter yang anda
ceritakan.Jika anda hendak menekankan sebuah point penting dalam pidato,
pastikan dengan menambah gerakan yang sangat khas sehingga pendengar tahu bahwa
pesan itu memang sangat penting.
f. Mengendalikan suasana dan situasi.
g. Pendekatan moral.
Pendekatan ini biasanya digunakan untuk
orang-orang yang memang pernah belajr di bidang moral, misalnya lingkungan
keagamaan dan kemanusiaan.Tentu anda harus tahu siapa pendengar anda,
sebagaimana yang sudah dikatakan.
h. Pendekatan intelektual.
Berbicara dengan para petni berbeda dengan
berbicara dengan para intelektual.Dalam menghadapi audiens ini, maka anda harus
dan sungguh mempersiapkan pidato dengan baik, rasional.Sebab yang anda hadapi
adalah orang-orang yang berpengetahuan.Utarakan pendapat yang logis,
contoh-contoh yang kongkrit, alasan yang kuat. Sebab jika demikian, maka anda
akan menjadi boneka ketika bebicara di depan mereka semua. Sebap para
intelektual merupakan kumpulan orang-orang yang memang sudah mendalami suatu
ilmu tertentu. Anda harus mengetahui siapa dan apa pekerjaan mereka. Maka
mengetahui siapa pendengar anda menjadi sangat penting.
i. Pendekatan emosional.
Pendekatan
emosional merupakan satu cara untuk mempengaruhi pendengar. Metode ini cocok
untuk pendengar tidak terpelajar.Pada umumnya pendekatan itu sangat ampuh
mempengaruhi pendengar.Jika anda mengkampanyekan suatu partai, maka pendekatan
ini sangat manjur, sebab anda mempengaruhi pendengar untuk mengikuti anda.Oleh
karena itu, anda harus menyampaikan informasi, pendapat dan bebagai keinginan
yang diharapkan oleh pendengar anda.
4. Closing (Penutupan)
Setelah mempersiapkan pidato dan
menyampaikannya, maka yang terakhir adalah bagaimana menutupnya.Penutupannya
tentu sudah dipersiapkan pada saat menyusun pidato.Akhir pidato haruslah tepat
waktu dan dengan kesan yang baik dan kuat. Para hadirin akan mengingat kata
terakhir yang disampaikan. Gunakanlah kesempatan ini untuk mengulang
point-point penting yang harus diingat oleh para hadirin.Katakana langkah yang
harus diambil untuk mencapai suatu kesuksesan.Sebuah cerita, anekdot atau
kembali ke awal pidato, ini semua merupakan penutupan yang bagus.Pastikan anda
menghafalkan bagian pembuka dan penutup untuk memberikan kesan yang kuat dan
memudahkan anda sebagai pembicara.
B. Sikap Dalam Berpidato
1. Sikap Berdiri
Sikap berdiri yang kurang baik adalah Berdiri
dengan kaki sebelah, berdiri dengan kaki yang terlalu rapat, berdiri dengan
kaki yang terlalu terbuka, berdiri loyo ataupun kaku, berdiri dengan kurang
seimbang, bersandar pada mimbar, menggoyang-goyangkan badan yang tidak perlu,
berdiri dengan tidak tenang, dan berdiri terlalu santai atau rileks.
2. Mimik Wajah
Mimk wajah yang kurang baik adalah tertawa yang
dibuat-buat, dahi yang selalu berkerut, tersenyum terus-menerus, tersenyum
tetapi tidak ada yang lucu, muka selalu masam, dan sikap gugup.
3. Gerakan Anggota Badan
Gerak yang kurang baik adalah selalu menggerakan
bagian-bagian tertentu, gerakan yang canggung, kaku dan gerakan mekanis berdiri
terpaku, menggaruk-garuk telinga, merogoh-rogoh saku, memainkan pensil atau
pulpen, berbicara dengan melihat teks terus menerus, dan terlalu banyak
melangkah atau berjalan.
4. Penampilan Sebelum, Saat dan Sesudah Pidato
Sebelum pidato anda dapat memperhatikan pakaian,
sikap simpatik, sikap tenang, sikap hormat.Saat pidato anda harus percaya pada
diri sendiri, sikap tenang, menghirup nafas panjang sebelum mulai berpidato
tetapi tidak boleh terlihat oleh audiens, dan tatapan audiens pada bagian atas
matanya.Sesudah berpidato anda harus mengucapkan salam akhir, turun dari mimbar
dengan sikap tenang dan tertib, wajah cerah dengan sedikit tersenyum, dan
memberi hormat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar